5 / 5 ( 30 votes )
Hutan Primer dan Hutan Sekunder – Tidak dipungkiri hutan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan sistem lingkungan di bumi. Oleh karenanya, diharapkan peran serta manusia untuk selalu menjaga dan melestarikannya.
Menurut asalnya, hutan dibagi menjadi dua, yaitu hutan primer dan hutan sekunder. Lalu, apa arti dan perbedaan kedua jenis hutan tersebut? Baca penjelasan lengkap berikut ini.
Pengertian Hutan Primer
Secara umum, pengertian hutan primer (primary forest) adalah kawasan hutan alam yang sama sekali belum dieksploitasi oleh manusia. Dengan kata lain, hutan primer terbentuk secara alami dan belum disentuh atau diganggu oleh manusia.
Hutan primer bersifat murni atau belum ada campur tangan dari manusia sama sekali. Oleh karena itu, hutan primer disebut juga dengan nama hutan perawan (virgin forest).
Selain itu, hutan primer dalam bahasa Inggris dikenal dengan berbagai nama, seperti ancient forest, primeval forest, old growth forest, frontier forest, atau ancient woodland.
Secara ekologis, beberapa ahli mengelompokkan pengertian hutan primer. Sehingga hutan primer dapat dikelompokkan dalam 3 kelompok, yaitu pengertian hutan primer menurut karakteristik hutan, dinamika tegakan dan umur tegakan.
a. Hutan Primer Menurut Karakteristik Hutan
Pengertian hutan primer menurut karakteristik hutannya dilihat berdasarkan kondisi hutan. Karakteristik tersebut dijadikan sebagai identitas hutan primer.
Adapun karakteristik hutan primer yang dimaksud, yaitu:
- Terdapat banyak pohon-pohon yang sudah tua.
- Tunggul atau batang-batang yang telah mati masih berdiri tegak dan kokoh.
- Adanya dominasi lapisan-lapisan tajuk atau kanopi hutan oleh pepohonan sembulan.
- Akumulasi kayu-kayu yang telah mati dengan ukuran besar, salah satunya adalah batang-batang rebah.
Berdasarkan karakteristik hutan primer tersebut, maka pengertian hutan primer menurut karakteristik hutan adalah kawasan hutan alam yang belum dieksploitasi oleh manusia.
Dalam kawasan tersebut banyak terdapat pepohonan tua, batang-batang mati yang masih berdiri tegak, kanopi hutan yang didominasi oleh pepohonan sembulan (emergent), serta akumulasi kayu-kayu mati yang memiliki ukuran besar.
b. Hutan Primer Menurut Dinamika Tegakan
Pengertian hutan primer yang kedua adalah menurut dinamika tegakan. Berdasarkan dinamika tegakan, hutan primer merupakan kawasan hutan alami yang tumbuh berkembang sebagai tahap akhir, mengikuti tahap pertumbuhan kembali lapis bawah yang tumbuh berdasarkan dinamika tegakan.
Tahapan pertumbuhan yang dimaksud adalah:
- Tahap Tegakan Rusak atau Hancur
Tahap tegakan rusak dan hancur adalah tahap terjadinya gangguan yang merusak dan menghancurkan hampir keseluruhan pepohonan yang ada dalam tegakan hutan. Pada tahap ini, hutan primer menjadi rusak atau hancur, bahkan hampir musnah. - Tahap Tegakan Tumbuh Kembali
Tahap tegakan tumbuh kembali merupakan tahap terjadinya proses tumbuhnya pepohonan baru, sehingga terbentuklah tegakan hutan yang baru. Pada hutan primer, tahap tegakan tumbuh kembali terjadi setelah tahap tegakan rusak atau hancur. Tahap tegakan tumbuh kembali biasanya terjadi secara alami. - Tahap Seleksi Batang
Tahap seleksi batang merupakan tahap terjadinya pertumbuhan pohon-pohon yang ditandai dengan semakin besarnya pohon dan pertumbuhan pohon yang rapat. Pada tahap seleksi batang, pertumbuhan pohon semakin rapat mengakibatkan pohon-pohon bersaing untuk memperebutkan cahaya matahari. Pada tahap ini, pohon-pohon yang tumbuh lambat akan mati, sedangkan pohon-pohon yang bertahan lama akan tumbuh semakin besar dan menggeser tempat pohon-pohon yang mati. Ciri-ciri tahap seleksi batang, antara lain:- Pertumbuhan pohon-pohon yang dapat bertahan lama akan semakin besar.
- Pohon-pohon yang tumbuh besar memiliki atap tajuk atau kanopi padat dan rapat. Sehingga intensitas cahaya matahari yang masuk ke dasar hutan semakin berkurang.
- Pohon-pohon lapis bawah sebagian besar tidak dapat bertahan hidup.
- Hanya ada tumbuhan sejenis spesies toleran yang merupakan tumbuhan yang dapat bertahan hidup di bawah naungan yang cukup berat.
- Tahap Pertumbuhan Kembali Lapis Bawah
Tahap pertumbuhan kembali lapis bawah merupakan terjadinya proses pertumbuhan kembali setelah hutan mengalami kerusakan. Pada tahap ini, pepohonan akan tumbuh kembali setelah mati akibat kerusakan, baik kerusakan yang disebabkan oleh angin, penyakit tumbuhan serta kerusakan lainnya. Ciri-ciri tahap pertumbuhan kembali lapis bawah, yaitu:- Beberapa pohon-pohon yang mengalami kerusakan baik kerusakan yang disebabkan oleh penyakit, angin maupun kerusakan lainnya akan mati dan musnah.
- Timbul celah hutan yang terbentuk karena banyak pepohonan yang tumbang pada tahap ini. Adanya celah hutan tersebut memungkinkan cahaya matahari dapat masuk menyinari dasar hutan atau lantai hutan.
- Adanya pertumbuhan kembali terutama jenis pohon-pohon di lapis bawah tajuk hutan. Hal tersebut karena intensitas cahaya matahari mulai menyinari dasar hutan atau lantai hutan sehingga spesies toleran dapat tumbuh kembali.
- Tahap Hutan Primer
Tahap hutan primer merupakan tahap terjadinya proses pembentukan hutan primer. Tahap ini ditandai oleh hal-hal berikut:- Pepohonan yang berfungsi sebagai tajuk utama hutan tumbuh semakin tua.
- Banyak pohon-pohon tajuk utama yang mati. Matinya pepohonan tersebut memungkinkan munculnya banyak celah hutan.
- Adanya Celah hutan akan mendorong pertumbuhan pohon-pohon lapis bawah semakin cepat. Kecepatan pertumbuhan pepohonan lapis bawah bergantung pada intensitas cahaya matahari yang diperoleh hingga dasar hutan.
- Celah hutan ditumbuhi oleh pohon-pohon dengan tajuk yang menjulang tinggi dan lebat.
Oleh karena itu, hutan primer memiliki keseimbangan yang dinamis. Hal tersebut ditandai dengan terbentuknya celah hutan yang terkadang rusak dan dapat pulih kembali, bahkan tumbuh kembali dan membentuk mosaik pepohonan yang tumbuh dari berbagai jenis pohon dan umur.